[twenty-something]
everything starts here..

Cerita 15 : Dua Nol Nol Tujuh

BEEEH, gila! 2007 sudah berakhir, yah walaupun masih menyisakan beberapa hari lagi, tapi ‘”buku” di tahun ini sudah benar-benar ditutup..Kantor-kantor dan perusahaan-perusahaan pun sibuk membuat laporan akhir tahun, begitu juga organisasi-organisasi di kampus.. Nah, saya sibuk ngapain? haha..Saya lagi sibuk menata, membentuk dan merawat “gelembung udara” di dalam tubuh saya yang tiba-tiba datang dan sangat mengganggu tapi bikin seneng juga kadang-kadang.. Yap, ga nyangka banget tiba-tiba tuh “gelembung udara” datang lagi. Dan kali ini berbeda, karena keadaan sudah banyak berubah, dari sisi saya, banyak ion-ion negatif sudah berubah jadi ion-ion positif, tapi begitu saya melihat kedepan bagaimana melanjutkan arah perjalanan “gelembung udara” ini, saya bingung, karena mungkin jika saya nekat mengeluarkan gelembung ini, akan ada reaksi-reaksi negatif dari berbagai kutub, terutama kutub yang sangat dekat dengan sasaran saya. Tapi, lagi-lagi saya diingatkan oleh teman-teman terbaik saya untuk tidak peduli dengan kutub-kutub berbahaya itu. Just let it out,they said..

Akankah 2008 membawa perubahan lagi? Saya yakin sekali iya, karena dari sekarang saya juga sudah melihat, bahkan menggenggam bahan-bahan yang siap meledak kapan saja di tahun 2008. Banyak hal yang akan saya kerjakan sehingga mungkin saya akan menikmati tahun terakhir kuliah saya (semester 6 dan 7) bener-bener di sini, Darmaga, Bogor. Di sini, saya jauh dari keluarga, walaupun saya punya teman-teman terdekat, tapi ga bisa disangkal bahwa keberadaan seorang partner diperlukan, untuk mengisi pori-pori mikro di tubuh saya.

Sedikit pengetahuan tentang ilmu tanah, bahwa di dalam tanah yang baik untuk tumbuhan, pasti ada satu hal yang disebut unsur mikro essensial. Tak usah saya sebutkan apa saja unsurnya karena pasti akan pusing juga, intinya, unsur itu memang dibutuhkan tanaman dalam jumlah kecil, sangat kecil bahkan. Tetapi bila unsur itu tidak ada, tanaman akan kekurangan pasokan zat untuk membuatnya terus hidup dan survive. Unsur itu cuma bisa digantikan dengan unsur itu (baca: tak tergantikan).

Nah, ibarat saya adalah tanaman, dan tanah itu adalah hidup saya, lalu unsur mikro essensial itu adalah seorang partner yang selalu menyuplai waktu-waktunya untuk membuat saya tetap survive dan hidup bahagia di sini. Kali ini, saya serius dan tidak akan mengulangi kesalahan seperti kemarin-kemarin. Sudah tidak ada lagi pembanding unsur mikro essensial itu, karena saya sadar zat yang lain itu adalah unsur yang berbeda, dia bukan unsur mikro essensial, tapi mungkin bisa disebut pasir yang mana pasir adalah salah satu unsur pembentuk tanah. Dan dari pasir itu saya tumbuh dan telah belajar banyak, apalagi tentang keluarga dan keikhlasan. Pasir itu tidak akan hilang, karena memang sudah jadi bagian pembentuk tanah. Unsur mikro essensial itulah yang akan mewarnai hidup ini, insya Allah, Amiiinn!!

 

Dan kamu..adalah unsur mikro essensial itu.. 

 

Ok, selamat jalan 2007, thank’s a lot.. you’ve been a study center for me, when i’m out of you, i’ll be smarter and ready for the next step…

Happy New Year Everyone! Have yourself a great new year’s eve, and wish u a sweet year in 2008!!

_______________________________________________________________

-Sekedar Cerita@2007-

-finished- 

One Response to “Cerita 15 : Dua Nol Nol Tujuh”

  1. hahaha…
    unsur hara mikro essensial…

    it’s really a good analogy..
    good post bro..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: