[twenty-something]
everything starts here..

Beberapa Bulan Yang Lalu

Siang itu, saya sedang berjalan melalui koridor kampus yang agak kotor, karena tidak ada rumah untuk sampah2 yang berserakan. Bersama seorang teman, saya berjalan menuju tangga untuk naik ke lantai selanjutnya. Lalu apa, ketika sedan menaiki anak tangga yang lusuh itu, ada burung-burungan dari kertas berwarna hitam. Lalu saya ambil, dan saya bawa.Keesokan malamnya, saya menelpon salah seorang teman saya, lalu ia bercerita kalau hari ini ia di kampus lagi iseng-iseng buat2 sesuatu dari kertas lipat. Dan salah satunya bentuk burung.Tiga hari sebelumnya, seorang teman menanyakan apakah saya bisa membuat burung-burungan dari kertas. Dia terinspirasi oleh salah satu film indie yang dalam adegannya banyak menggunakan burung kertas.Kebetulan, tapi nyata. Untuk apa ada kebetulan? Oooh, mungkin untuk mengingatkan kita bahwa hidup kita ini sudah ditulis, dirancang, didesain sedemikian rupa oleh Yang Di Atas. Apa kebetulan itu punya makna, atau malah mempertegas makna, membangunkan kita dari kenyataan hidup yang sedang kita jalani.  Tunggu dulu, bukannya kita terlahir untuk berusaha? Apa arti usaha kita kalau memang hidup kita sudah ditulis. Yap, arti usaha itu adalah warna. Warna yang membuat hidup ini dinamis, TIDAK STATIS. Kita bagai pelukis yang sedang asik di depan kanvasnya ketika kita sedang berusaha, apapun hasilnya yang penting itu adalah sebuah karya yang eksis, ada, punya wujud. Dan warna warni yang ada di kanvas itu akan dihargai, entah oleh siapa. Lukisan abstrak maupun non abstrak, adalah cara kita masing-masing mengungkapkan perasaan, emosi, dan do’a.Saya di sini, berjalan bersama waktu, ngobrol dengan waktu, dikejar-kejar waktu, menunggu waktu, bermalam bersama waktu, dan berkelahi dengan waktu. Karena waktu yang akan menjawab semuanya.Seorang bocah yang sedang meminta sedikit uang di jalanan juga akan dijawab oleh waktu. Mungkin sekarang dia gembel, tapi waktu adalah alat Tuhan yang paling abstrak namun dahsyat, jangan tercengan ketika nanti dia bisa mendapat beasiswa ke luar negri.Semua hal mungkin, entah yang baik entah yang sedih. Reaksi kita hanyalah tawa dan tangis. Itulah konsekuensi hidup.

No Responses to “Beberapa Bulan Yang Lalu”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: